1.Storm Worm
Muncul taon 2006, disebut “Storm Worm” karena nyebar via email dengan judul “230 dead as storm batters Europe”. Storm worm adalah program Trojan house. beberapa versinya bisa buat komputer menjadi bots. Atau biasa digunakan hacker untuk spam mail melalui internet.
2. Leap-A/Oompa- A
Mac yang punya konsep security through obscurity yakin tidak akan terserang virus karena OS nya sistem tertutup. Tapi tahun 2006, virus Leap-A atau biasa disebut Oompa-A muncul. Nyebar lewat iChat pada Mac. Setelah Mac terserang, virus itu akan mencari kontak melalui iChat dan kirim pesan ke tiap kontak itu. Pesannya itu berisi file corrupt yang berbentuk JPEG. Memang tidak berbahaya, namun hal ini menyatakan bahwa masih mungkin akan ada virus berbahaya yang menyerang MAC.
3. Sasser and Netsky
Penciptanya anak Jerman umur 17 tahun, Sven Jaschan. Sasser nyerang Microsoft Windows. Sasser ini ga nyebar via email. Tapi jika satu komputer koneksi ke komputer yang kena virus ini. Virus ini bikin komputer tidak bisa di-shutdown tanpa cabut power. Netsky nyebar melalui email dengan 22 Kb attachment file dan jaringan Windows. Bisa bikin serangan DoS. Sven Jaschan tidak dipenjara hanya diberi masa percobaan 1 taon 9 bulan, karena umurnya masih di bawah 18 taon.
4. MyDome (Novarg)
Mulai nyerang tanggal 1 Februari 2004, virus ini buat backdoor di OS. Pertama kali tanggal 1 itu mulai DDoS. Kedua, tanggal 12 Feb, virus ini berhenti menyebar dan mulai buat backdoors. MyDoom menyebar via email, selain itu selalu search di search engines, seperti Google mulai menerima jutaan permintaan pencarian dan bikin lambat sampai akhirnya crash. Gara2 MyDoom, Senator US Chuck Schumer mengajukan pembuatan National Virus Response Center.
5.SQL Slammer/Saphire
Muncul Januari 2003, nyebar cepet lewat internet. Waktu itu bikin layanan ATM Bank Amerika crash, ancurnya layanan 911 Seattle, dan Continental Airlines membatalkan beberapap penerbangan karena eror check in ama tiketing. Bikin rugi lebih dari $1 milliar sebelum dipacthed.
6.Nimda
Ini juga tahun 2001, kebalikan dari kata “admiN”. Penyebarannya sangat cepat, menurut TruSecure CTO Peter Tippet, Nimda hanya butuh 22 menit buat menjadi Top Ten saat itu. Target nya server2 Internet, menyebar lewat Internet. Nimda akan ngebuat backdoor ke OS. jadi penyerang bisa akses ke server dan berbuat apa saja Nimda juga menjadi DDoS.
7.Code Red & Code Red II
Muncul musim panas 2001, nyerang OS Windows 2000 & NT. Virusnya bakal bikin buffer penuh jadi ngabisin memori. Paling seru waktu berhubungan ama White House, semua komputer yang kena virus ini bakalan otomatis akses ke web server di White House barengan, jadi bikin overload, alias serangan DDoS. Akhirnya Microsoft rilis patchnya saat itu.
8.The Klez
Nongol taon 2001, menyebar via email, replikasi trus kirim ke orang2 di address book. Bikin komputer ga bisa beroperasi, bisa berhentiin program antivirus.
9.ILOVEYOU
Abis “Melissa”, muncul dia dari Filipina, bentuk nya worm, program standalone dapat me-replikasi sendiri. Menyebar via email, judulnya”surat cinta” dari pengagum rahasia . Original file nya LOVE-LETTER- FOR-YOU.TXT. vbs. VBS singkatan Visual Basic Scripting. Penciptanya adalah Onel de Guzman dari Filipina.
10.Melissa
Dibikin taon 1999 sama David L Smith, basicnya Microsoft Word macro. Menyebar via email dengan dokumen “Here is that document you asked for, don’t show it to anybodey else.”. Kalau sampe dibuka, virus akan replikasi dan otomatis ngirim ke top 50 di address book email. Smith dipenjara 20 bulan ama denda $5000 dan melarang akses komputer tanpa pengawasan.
Sumber : Tanya Gratisan
Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts
Wednesday, May 19, 2010
10 Negara yang Menjadi Musuh Para Blogger
Merupakan negara dengan sensor yang ketat bagi media cetak dan televisi, kini juga mulai membatasi aktifitas blog dan internet. Tekanan bagi pengguna internet pribadi sangat kecil –hanya sekitar satu persen menurut OpenNet Intiative– sehingga banyak warga mengakses internet melalui kafe. Namun, pemerintah membuat aturan ketat bagi kafe dengan akses internet, bahkan memonitor pengguanaan e-mail dan metode komunikasi lain dan menutup akses dari situs kelompok lawan politik. Setidaknya ada dua blogger yang masuk penjara, yakni Maung Thura, yang populer dengan sebutan Zarnagar, karena setelah melansir video menganai Cyclone Nargis 2008.
2. Iran
Otoritas negara ini tak segan-segan menahan para blogger yang mengkritik mengenai agama, figur politisi, revolusi Islam dan berbagai simbolnya. Pemerintah meminta seluruh blogger mendaftarkan situsnya ke Kementrian Seni dan Budaya. Pemerintah mengklaim telah menutup jutaan situs. Baru-baru ini kantor kejaksaan yang khusus menangani kasus internet dan bertugas dalam intelijen dibentuk. Blogger Omidreza Mirsayafi dijebloskan penjara karena dianggap menghina pemimpin spiritual negara, yang tewas di Penjara Evin pada Maret.
3. Syria

Pemerintah menggunakan filter untuk menutup situs yang sensitif secara politik. Para blogger bisa ditahan jika terbukti mengisi situs yang bikin alergi pemerintah. Pada tahun 2008, menteri komunikasi memerintahkan pemilik kafe internet untuk mencatat setiap pelanggan dan berapa kali menggunakannya dan mengirimkan dokumentasi ini secara berkala. Whaed al-Mhana, pengacara untuk situs arkeologi yang dianggap membahayakan, diperiksa dipengadilan karena kritikannya mengenai peledakan pasar di kota tua Damaskus.
4. Kuba
Hanya pejabat pemerintah dan orang-orang yang mempunyai hubungan dengan Partai Komunis yang bisa mengakses internet. Pada umumnya masyarakat menggunakan internet malalui hotel atau kafe internet yang dikontrol ketat pemerintah, yang artinya harus membayar mahal dengan voucher. Pemerintah pernah memenjarakan 21 penulis dalam situs online dalam satu dekade ini.
5. Saudi Arabia

Sekitar 400 ribu situs di tutup di negara kerajaan ini, termasuk yang berhubungan dengan politik, sosial atau isu-isu agama. Pemerintah akan dengan cepat menutup apapun yang kontra dengan negara atau sistemnya. Blogger Ahmed al-Farhan dipenjara tanpa diadili untuk beberapa bulan pada tahun 2007 dan 2008 karena menyuarakan perubahan dan pembebasan kepada tahanan politik.
6. Vietnam

Para blogger nekat mencoba mengisi berita-berita independen yang telah ditinggalkan oleh media tradisional yang dikontrol pemerintah. Pemerintah menanggapinya dengan membuat aturan. Akhir september lalu, blogger terkenal Nguyen Van Hai, yang dikenal Dieu Cay, dijatuhi hukuman 30 bulan penjara atas tuduhan menghindari pajak. Dalam penyelidikan CPJ menunjukkan hukuman itu sebagai balasan dari blog Nguyen. Pada oktober 2008, menteri informasi dan Komunikasi membuat agen baru untuk memonitor internet.
7. Tunisia
Seluruh lalu lintas internet harus melewati jaringan sentral, yang membuat pemerintah bisa menyaring ini dan memonitor e-mail. Penulis online Slim Boukhdhir dan Mohammed Abbou harus mendekam di penjara karena tulisannya.
8. Cina
Hampir 300 juta orang menggunakan internet –melebihi negara manapun di dunia. Namun pemerintahnya masih sempat melakukan program sensor bagi pengguna online. Kontrol yang ketat dilakukan dan jangan harap ada e-mail yang bebas dari monitor pemerintah. Setidaknya ada 24 penulis di dunia maya telah masuk penjara. Pada tahun 2008, Kantor Badan Pembersihan Pornogarfi dan Memerangi Publikasi Ilegal mengumumkan telah menghapus lebih dari dua juta situs yang haram di negeri Tirai Bambu ini.
9. Turkmenistan
Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov membuka isolasi negaranya dari dunia dengan menyediakan akses internet. Namun, pertama kali ada kafe internet tahun 2007, tentara menjaganya setengah mati. Meski jaringan telekomunikasi Rusia MTS, masuk pasar Turkmenistan dan mulai menawarkan akses internet melalui telepon genggam pada Juni 2008, tetap saja pengawasan pemerintah ketat dalam usahanya menghindari adanya situs yang mengkritik pemerintahan.
10. Mesir
Semua lalulintas komunikasi melalui internet harus melewati layanan milik pemerintah Yakni Egypt Telecom. Setidaknya tercatat 100 blogger ditangkap pada tahun 2008. Blogger Abdel Karim Suleiman, yang terkenal dengan Karim Amer, harus mendekam empat tahun di penjara karena dianggap menghina Islam dan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Sumber : Tanya Gratisan
Label:
Teknologi Informasi
Cara Melacak IP Address
Walaupun sudah agak basi tetapi semogasedikit info ini bisa menjadi tambahan ilmu buat kita
Berikut adalah langkah langkah melacak alamat seseorang lewat IP Adress menggunakan Google Earth :
- Kita harus tahu dulu no IP yang kita cari ( contohnya : 125.162.8.77 )
- buka pake browser ke http://www.geobytes.com/IpLocator.htm?
- masukkan no IP di IP Address to locate ( IP Adress bisa kelihatan dari detail komentar yang ada di blog kita , atau lihat di akhir postingan ini )
- Setelah no IP dimasukkan Klik Submit , maka akan muncul tampilan seperti di gambar, kemudian akan muncul beberapa info catat no Latitude : 3.5830 dan Longitude : 98.6670
- Buka Google Earth ( kalau belum ada ya di download/instal dulu )
- Masukkan no tadi di kotak pencarian dengan format Latitude, Longitude ( contohnya 3.5830 , 98.6670 ) . ingat pakai koma
- Klik Fly To , atau Terbang Ke
- Nah… akan muncul peta lokasi alamat IP yang tadi
- Biar lebih detail di Google Earth sebelah kiri bawah di enable layer yang ingi dilihat ( misal nama jalan dsb ) Kalau untuk di kota kota besar terutama yang ada di eropa sono infonya akan lebih detail bahkan sampai nama gedung, nama toko, Bank dll
Perlu di ingat :
hasil yang didapat memang tidak 100% akurat tetapi minimal bisa membantu melacak daerah pengakses internet dengan IP tadi. dan menurut beberapa info dari teman ini juga merupakan salah satu cara yang dilakukan polisi untuk mengatasi kejahatan cyber.
jadi hati hati aja yang suka komentar, nyebar teror, ngisengin orang atau bahkan melakukan kejahatan lewat internet.
Sumber : inmymystery
Label:
Teknologi Informasi
Thursday, May 13, 2010
Waspadai Worm Baru di Yahoo Messenger
LONDON - Perusahan peneliti keamanan PC, BitDefender memperingatkan bahwa mereka telah mengidentifikasi worm baru yang menargetkan para pengguna instant messaging (IM).
Label:
Teknologi Informasi
CEO Mozilla Mundur
SAN FRANSISCO - CEO perusahaan browser ternama Mozilla dikabarkan akan meninggalkan perusahaan secepatnya. John Lily akan mengakhiri riwayat karirnya di Mozilla, setelah mendapatkan pengganti yang tepat.
Dilansir melalui Yahoo News, Rabu (12/5/2010), Lily, yang sempat bekerja di Mozilla selama dua tahun, akan menjadi bagian dari Greylock Partner. Namun begitu, Lily akan tetap berada di Mozilla dan menjadi salah satu komisaris.
Sebelumnya, bergabung dengan Mozilla pada tahun 2005, Lily tercatat pernah membantu beberapa perusahaan teknologi. Karirinya naik dari chief operating officer menjadi CEO pada bulan Januari 2008, mengambil alih posisi Mitchell Baker, yang menjadi komisaris kala itu.
Mozilla Firefox adalah browser alternatif paling populer setelah Microsoft Internet Explorer, dengan pangsa pasar sebesar 25 persen atau lebih.
Segera setelah mengambil alih Mozilla, Lilly membuat Apple tak berkutik dengan Safari. Pasalnya, saat ini Firefox telah mampu mengalahkan popularitas Apple Safari. Bahkan saat pertama menjabat, Lily sudah berani mengkritik Apple.
Kala itu Lilly mengatakan, distribusi update keamanan untuk iTunes dan software video Quicktime Safari yang diperiksa secara default sebagai pilihan untuk men-download, merupakan hal yang terlalu mudah, bahkan mampu menimbulkan resiko masuknya malware yang lebih besar. Pernyataan Lily ini cukup mengikis kepercayaan konsumen terhadap update keamanan Safari.
Lilly mengatakan dalam postingan di blog-nya, pertama kali bekerja di Mozilla ia bergabung sebagai pekerja paruh waktu dan dia menyatakan bangga bekerja dengan Mozilla.
"400 juta pengguna orang di internet telah menggunakan browser kita. Bahkan masih ada banyak lagi pengguna internet yang akan tertarik menggunakannya. Ini merupakan bukti jika browser tersebut menjadi baik karena hasil kerja keras kita semua," tulis Lily dalam sebuah surat kepada karyawan Mozilla.
Sumber : Yahoo, Okezone
Label:
Teknologi Informasi
Kaspersky Gabung di eNsemble Multicore Alliance
Kaspersky Gabung di eNsemble Multicore Alliance
Kaspersky
JAKARTA - Kaspersky Lab menyatakan diri telah bergabung dalam eNsemble Multi-Core Alliance untuk mempromosikan teknologi canggih anti-malware bagi multi-core processors.
eNsemble Multi-Core Alliance adalah sebuah organisasi industri terkemuka yang didirikan untuk mendorong inovasi terbaik di kelasnya pada multi-core parallel processing platforms dan pengembangan piranti lunak. Didukung oleh penyedia software dan hardware kelas dunia berbasis luas, eNsemble Multi-Core Alliance berfungsi sebagai fondasi dimana original equipment manufacturers (OEMs) dapat menjadi lebih efektif dan efesien dalam mengembangkan peralatan jaringan dengan performa tinggi menggunakan industri multi-core processor terkemuka.
"Kami benar-benar merasa terhormat untuk menjadi anggota dari Multi-Core Alliance dan kami berharap bisa mendapatkan manfaat dari kesempatan yang ada," ujar Peter Merkulov, Vice-President of the Technology Alliances Business Division Kaspersky Lab.
"Produk-produk Kaspersky Lab sepenuhnya mendukung proses multi-threaded yang disediakan oleh semua CPU modern, dengan demikian merupakan hal yang logis bagi kami untuk bergabung dengan aliansi ini, dengan tujuan mempromosikan teknologi anti-malware kami di antara para pemimpin dunia industri IT. NetLogic Microsystems telah menjadi mitra terhormat kami sejak tahun 2007, dan kami yakin bahwa langkah ini akan mendorong kerjasama lebih lanjut dengan NetLogic Microsystems dan anggota Aliansi lainnnya," paparnya.
Sebagai anggota pendiri dari eNsemble Multi-Core Alliance, NetLogic Microsystems membuka model pemrograman untuk 'keluarga' pasar multi-core terkemukanya, multi-threaded processors sampai anggota-anggota Aliansi yang memungkinkan akses yang lebih besar dan sambungan yang lebih ketat antara jaringan piranti lunak dan multi-core processors XLR, XLS and XLP. Hal ini memungkinkan peningkatan signifikan dalam efesiensi pengembangan kode piranti lunak dan kinerja sistem keseluruhan. Selain itu, platform terbuka memungkinkan pengembangan layanan dan aplikasi baru untuk jaringan internet generasi mendatang yang sangat dioptimalkan untuk multi-core, multi-threaded processors ditingkatkan.
Sumber : Okezone
Label:
Teknologi Informasi
Tuesday, May 11, 2010
Seorang Hacker Berhasil Menjebol Konspirasi dibalik Global Warming

Sesuatu yang luar biasa terjadi dalam dunia perdebatan pemanasan global. Pada hari kamis, tanggal 19 November 2009, diumumkan bahwa seorang hacker telah berhasil mendapatkan 160 megabytes data dan kumpulan email dari server Climate Research unit (CRU) di University of East Anglia (UAE) di Inggris. Email-email itu berisi percakapan yang terjadi antara para peneliti utama di tempat itu sejak tahun 1997 hingga sekarang, dan sepertinya, email itu menunjukkan adanya manipulasi pada data pemanasan global.
Sangat menarik. Sebelumnya kita memiliki seorang hacker bernama Gary McKinnon yang membobol jaringan komputer milik NASA, Departemen Pertahanan dan Militer Amerika hanya untuk mencari informasi rahasia mengenai ufo. Sekarang kita memiliki Hacker Anonymous yang terjun langsung ke dalam perdebatan pemanasan global dengan cara membobol jaringan komputer organisasi peneliti pemanasan global terkemuka di dunia.
Seperti yang kita ketahui, kemajuan sains sangat tergantung pada data yang lengkap dan akurat, tidak terkecuali sains pemanasan global. Namun dalam beberapa hari ini, dunia dikejutkan oleh pengungkapan adanya praktek ngawur yang dilakukan oleh para peneliti pemanasan global, tentu saja yang saya maksud adalah peneliti pro Al Gore.
Andrew Bolt, seorang penulis bahkan mengatakan bahwa skandal ini bisa menjadi skandal terbesar dalam sejarah sains modern.
Belum lama ini kita disodorkan berita menakutkan bahwa es di kutub akan mencair total dalam 20 tahun. Lalu tidak lama setelah itu, IPCC (Badan PBB mengenai perubahan iklim) melalui ketuanya, Dr RK Pachauri merilis pernyataan bahwa es di Himalaya akan mencair total pada tahun 2035. Bahkan menurutnya, mencairnya es tersebut bisa lebih cepat jika "kita tidak melakukan sesuatu".
Sepertinya menjelang konferensi iklim di Kopenhagen yang akan diadakan pada Desember nanti, para ilmuwan pro Al Gore menjadi lebih sering mengucapkan "ramalan" mengenai bencana masiv yang setara dengan adegan film "2012" yang baru saja anda tonton. Dengan kata lain, para ilmuwan ini telah menciptakan "ramalan kiamat 2012" yang baru.
Sedangkan para ilmuwan di bagian dunia lain, yang biasanya memiliki keterbatasan teknologi, hanya bisa menerima data mentah-mentah dari dunia barat. Ya, mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui bahwa data perubahan iklim yang kita ketahui (dan diberitakan oleh media-media) ternyata bukan berasal dari hasil penelitian yang kita lakukan sendiri. Sebagian besar data tersebut berasal dari sebuah tempat bernama Climate Research Unit (CRU) di University of East Anglia (UAE), Inggris. Organisasi ini juga menyuplai data untuk IPCC dan peneliti-peneliti pro Al Gore lainnya.
Nah, dalam perdebatan yang memanas antara ilmuwan pro dan kontra Al Gore inilah seorang hacker akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam arena. Email-email dari CRU yang dibobol tersebut dimuat di internet oleh seorang hacker yang menyebut dirinya "FOIA".
Dalam email tersebut, para peneliti yang memiliki ideologi sama ketahuan bersepakat untuk menutupi data pemanasan global yang tidak sesuai dengan klaim mereka. Email ini telah dikonfirmasi kepada CRU dan mereka mengakui kalau isi email yang muncul di media massa memang berasal dari server mereka.
Salah satu email yang berhasil diperoleh berasal dari percakapan antara Prof. Phil Jones, kepala dari CRU dan Prof. Michael E Mann dari pennsylvania State University. Kedua orang ini adalah pendukung utama Al Gore dalam soal pemanasan global.
Dalam salah satu percakapannya, Prof Jones mengusulkan kepada Prof. Mann untuk melakukan "trik" dengan mengubah data iklim di setiap seri untuk menyembunyikan adanya penurunan temperatur global.
"Saya baru saja menggunakan trik dari Mike untuk menambahkan data baru di data yang sebenarnya dari setiap seri dalam 20 tahun terakhir dan dari tahun 1961 untuk menyembunyikan penurunan (temperatur)."
Setelah skandal ini terbongkar, Prof Mann menjelaskan kepada New York Times bahwa para ilmuwan biasa menggunakan kata "trik" untuk merujuk kepada cara terbaik menyelesaikan sebuah masalah dan tidak berarti sesuatu yang rahasia (???).
Dalam email yang lain, Prof Jones juga mengatakan bahwa ia lebih baik menghapus data-data yang tidak sesuai dengan klaim mereka daripada mengirim data tersebut ke peneliti lain. Prof Jones juga mendorong Prof Mann untuk melakukan hal yang sama.
Pada tahun 2009 ini, CRU mendapat banyak kritikan karena menolak untuk merilis data yang digunakan untuk membuat laporan sejarah temperatur permukaan bumi. Permintaan dari peneliti dan ilmuwan lainnya selalu ditolak dan dalam beberapa kasus, pembuat laporan itu mengakui kalau data original yang digunakan sudah hilang.
Email di atas sepertinya mengkonfirmasi semuanya.
Selain percakapan yang terjadi antara dua profesor tersebut, email lain yang berhasil dibobol adalah email yang berasal dari Tim Osborn, salah seorang profesor lainnya di CRU. Dalam emailnya, Prof Osborn mendiskusikan dengan rekannya mengenai cara memotong data untuk menyembunyikan tren penurunan suhu iklim global.
Lalu dalam email lainnya, Prof Mann meminta Prof Osborn agar tidak memforward data yang dikirimnya ke orang lain karena data itu mengkonfirmasi teori para peneliti global warming anti Al Gore.
Bukan itu saja, salah satu email juga berisi komentar mengenai kematian John L Daly, seorang peneliti penentang Al Gore. Komentar itu berbunyi,"Dalam cara yang aneh, sebenarnya berita ini adalah berita yang menggembirakan."
Dengan adanya perkembangan terbaru ini, Senator James Inhofe yang terkenal anti pemanasan global versi Al Gore juga telah menuntut kongres Amerika untuk menyelidiki Pennsylvania State University dan beberapa universitas lain yang diketahui terlibat dalam pemalsuan data ini.
Sebelumnya, tidak lama setelah ramalan mengenai mencairnya es di Himalaya dirilis oleh IPCC, pemerintah India lewat kementerian lingkungan hidup telah merilis sebuah pernyataan yang menginginkan penelitian yang independen atas kondisi salju di Himalaya. Data yang digunakan pemerintah India saat ini adalah data yang berasal dari para peneliti barat.
Mengingat besarnya jumlah email yang berhasil dibobol, maka isi email tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh para peneliti lainnya untuk menemukan bukti kebohongan lainnya. Jika ditemukan bukti adanya konspirasi tingkat tinggi, maka kasus ini tentu saja benar-benar akan menjadi skandal sains terbesar di dunia.
Apakah salju Himalaya akan mencair total pada tahun 2035 ? Jawaban atas pertanyaan ini akan sangat tergantung kepada objektivitas penelitian terhadap salju Himalaya.
Mereka yang tidak berpengetahuan akan sangat gampang ditipu. Jadi pertanyaannya adalah kapan kita bisa memiliki pengetahuan dan teknologi sekaliber dunia sehingga kita bisa memutuskan untuk diri kita sendiri apakah dunia ini sedang memanas atau mendingin.
Knowledge is power, right ?
Jika kalian ingin mendownload isi email tersebut ada disini
Sumber : Smaradhana Blog, Washington Times, Fox News.
Label:
Teknologi Informasi
Subscribe to:
Posts (Atom)
